Dampak Dbd, Kebutuhan Darah Di Sintang Meningkat

 

SINTANG- Kasus penyebaran dbd di kabupaten sintang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Pasien yang di rawat di rumah sakit maupun puskesmas di kabupaten sintang terus bertambah setiap harinya.

Kondisi itu menyebabkan permintaan kebutuhan darah di kabupaten sintang yang ada di unit transfusi darah rsud ade m djoen sintang meningkat.

“Kebutuhan permintaan darah dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada hari normal kebutuhan darah berkisar 250 sampai 300 kantong perbulan. Ketika dbd meningkat, permintaan darah di unit transfusi darah rsud ade m djoen sintang menjadi 350 hingga 550 kantong darah perbulan”, kata Kasi penunjang medis, rsud ade m djoen sintang, Yustandi, Jumat (20/10).

Yustandi menambahkan tingginya permintaan darah itu menyebabkan unit transfusi darah harus menyiapkan 10 hingga 15 kantong darah setiap harinya.

“Permintaan kantong darah itu tidak hanya untuk pasien yang terkena penyakit dbd, namun juga penyakit lainnya yang membutuhkan darah. Meskipun demikian, kasus dbd menjadi salah satu penyebab tingginya permintaan darah di unit transfusi darah rsud ade m djoen sintang”, jelasnya.

Yustandi mengharapkan masyarakat rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali untuk memenuhi kebutuhan darah di kabupaten sintang. Pasalnya permintaan darah cukup tinggi sehingga harus ada stok setiap waktunya agar tidak terjadi kekosongan di tempat penyimpanan darah.

“Kami berharap masyarakat bisa rutin mendonorkan darahnya agar kebutuhan darah di unit transfusi darah ini selalu tersedia.  Jika terjadi kekosongan, tentu akan berdampak kepada pasien yang kesulitan mendapatkan darah nantinya”, ucap Yustandi.