Launching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang 2020, Jarot Harapkan Masyarakat SIntang Berpartisipasi Tanpa Intimidasi dan Kecurangan


WARTASINTANG.COM - KPU Kabupaten Sintang mengadakan acara Launching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tahun 2020 di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Sabtu (14/03/2020). 

Komisioner KPU Republik Indonesia Viryan Aziz bersama Bupati Sintang Jarot Winarno, Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan, Ketua KPU Sintang, Hazizah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang melakukan simbolis penusukan paku. Hal ini menandakan bahwa seluruh rangkaian tahapan Pilkada Tahun 2020 resmi dimulai.

"Dulu para calon tidak turun langsung ke masyarakat, tetapi harus turun ke Jakarta terlebih dahulu. Namun, semenjak era reformasi mulai dari pemilihan di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota, calon-calon pemimpin daerah tersebut datang ke berbagai tempat untuk bertemu dan memperkenalkan dirinya dihadapan masyarakat," ujar Aziz ketika memberikan kata sambutan.

Untuk itu Viryan Aziz berpesan kepada KPU Sintang untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat yang belum memahami terkait hal ini mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sendiri. Karena masa depan Kabupaten Sintang adalah tergantung siapa yang terpilih nantinya.

Sementara itu Jarot Winarno mengatakan bahwa penyelenggaraan demokrasi di Indonesia semakin hari semakin baik dan terus bergerak maju. 

"Demokrasi kita ini luar biasa, Indonesia terus bergerak menjadi 5 besar negara demokratis di dunia seiring berjalannya waktu. Penyelenggaraan pun semakin hari semakin baik," ujar Jarot.

Menurutnya ada 4 faktor utama penyebab majunya demokrasi di Indonesia. Pertama karena negara yang menjamin penyelenggaraan demokrasi ini adil dan netral. Kedua adalah penyelenggaranya yang netral dan adil. Yang ketiga adalah masyarakatnya yang paham dengan literasi politik bisa menggunakan hak untuk menentukan masa depan daerahnya. Sedangkan yang keempat ialah partai-partai politiknya.

Untuk itu Jarot Winarno berharap agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Sintang tanpa adanya intimidasi dan kecurangan. “Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, suara rakyat yang tidak direduksi oleh berita bohong (hoax), tidak diintimidasi, tidak melakukan kecurangan, dan tidak berperilaku yang tidak adil, itulah disebut suara Tuhan,” ujarnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga agar suara rakyat Sintang adalah suara Tuhan,. Kini saatnya mandat rakyat diberikan pada pilkada serentak dengan jaminan penyelenggaraan yang sebaik-baiknya, agar kualitas demokrasi semakin baik, serta tidak lupa pula Sintang harus aman, damai, dengan didukung oleh semua pihak yang ada,” pesan Bupati Sintang. (*)