Terkait Pelayanan RSUD Sintang, Jika Ada Masalah Pelayanan Laporkan Saja

WARTASINTANG.COM - Baru-baru ini pelayanan RSUD Ade M Djoen Sintang menjadi sorotan netizen terkait postingan Angga Saputra di halaman Facebook Sintang Informasi. Dalam postingannya Angga Saputra mengeluhkan pelayanan perawat di RSUD tersebut.

Sontak saja postingan Angga Saputra mendapat banyak komentar dari netizen. Sampai berita ini ditulis sudah ada 468 komentar netizen merespon postingan ini, Minggu (24/11/19), pukul 11.10 WIB. 

Ada netizen yang juga curhat bahwa dulu keluarganya juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Ada juga yang menyarankan untuk segera melaporkan hal ini ke kepala rumah sakit. Ada yang menyarankan si perawat berhenti saja jika tidak mampu menjalankan profesinya secara profesional, dan berbagai komentar lainnya.

Dan luar biasanya postingan Angga Saputra ini juga mendapat respon dari Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa. Dalam komentarnya Santosa menyarankan Angga membuat laporan resmi supaya hal ini bisa ditindaklanjuti segera.

Menurut Politisi PKB ini RSUD Sintang harus memperlakukan semua pasien sama tanpa ada diskriminasi senyum ataupun tindakan. Hal ini disampaikannya kepada awak media kami via Whatsapp (24/11/19).

"Pokoknya layani semua pasien dengan baik dan ramah tanpa memandang status sosial ataupun hal lainnya. Dan jangan ada diskriminasi senyum atau tindakan walaupun pasien datang dengan BPJS," ujarnya.

Untuk itu Santosa memberikan tenggat waktu 3x24 jam dari Senin (25/11/19) agar yang membuat postingan ini bisa mengadukan permasalahannya ke DPRD Sintang. Ia mengatakan bahwa DPRD Sintang selalu bersama rakyat. Itulah sebabnya ia memberikan hastag #DPRDSintangBersamaRakyat dalam komentarnya.

Jadi kita tunggu apa kelanjutan dari berita ini. Harapannya semoga RSUD Sintang dapat memperbaiki kinerjanya guna memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan ramah untuk masyarakat. 

Berikut isi lengkap keluhan Angga Saputra yang ditulis di dinding Facebook Grup Sintang Informasi:

Teruntuk perawat bagian ruang penyakit dalam yang bernama EL,

Kalo ga siap mental menghadapi keluarga pasien yang kritis, mending resign.

Bukan nya di pendidikan km ada mata kuliah yang ngebahas soal etika ?

Bukan nya setiap rumah sakit memiliki HPK ?

Dia capek dinas malam

Saya capek jaga malam, kondisi Ibu yang semakin parah, sepanjang malam mengigau, gelisah, udah mulai susah ngomong, ga bisa makan,

minum, hanya mengandalkan infus.

Saya abis dari mushola rumah sakit, masuk kamar, trus dikasi tau sama teman 1 kamar (1 kamar 2 pasien)

"Bang tadi ada perawat datang, dia ngasi obat tu, coba tanyakan jak ke sana."

"Ya, makasih mbak."

"Misi kak, mau nanya, ini obat apa ya ?" (Karna bentuknya tablet, dan sy tau kalo ibu ga bakalan bisa nelan nya).
"Oh itu obat darah tinggi bang, tekanan darah nya sih tadi 110/80, masih normal, tapi kan ibu ada riwayat darah tinggi, jd obat darah tinggi nya harus jalan."
"Oh gitu, tapi gini kak, ibu tu untuk nelan air putih aja susah, apa ga ada solusi lain kak ? Yang versi suntik atau gimana gitu ?"
"Ga bisa bang, soalnya itu obat oral."
"Duh gimana ya kak..?"
Trus ada suara dari rekan mereka dengan nada nyolot (entah nyolot atau emang logatnya)
"Abang perawat kah ??"
DEG !! Kaget dong.
Sy diam, malas nanggepin dan lanjut ngomong dgn perawat lain yang dari awal tadi,
"Iya lah kak, nunggu dokter aja gimana solusi nya."
Eh nyolot lagi rekan nya yg dibelakang
"Abang perawat kah ??"
"Bukan kak,"
"Ya udah, nurut"
Bangs** kau (dalam hati sih).
"Bentar kak, km ada masalah kah sama saya ?" (Bingung dong kok dia nyolot gitu)
"Ndak, nanya aja, abang perawat kah ? apa salah nya nanya."
"Ndak.. kamu ada masalah kah sama saya ???"
"Abg datang kesini berkali2 nanya nanya, saya aja ndak marah, knapa saya cuma nanya sekali aja abng marah ?"
Ooo ndak beres nih.
Lalu saya tanya, "km datang bulan kah ???"
"Datang bulan kek, apa kek, bukan urusan kamu."
Saya diemin, dan rekan nya kayak mau ngalihin percakapan
"Jadi gitu aja bang, nunggu dokter aja gimana baik nya nanti."
"Ok kak, makasih."
Penutup saya bilang
"Bntar, nama kamu siapa ya ?"
Dia berdiri dan bilang dengan nada naik "EL !"
Males ribut dan takutnya di usir, sy tinggal.

Masih bingung dan gondok, mikir keras dong... Apa sebegitu tersinggung nya kah perawat menghadapi keluarga pasien yang bertanya ?
Apa ada batasan maksimal berapa kali keluarga pasien boleh bertanya ke ruang perawat ?
Apa dia terlanjur sensi karna malam nya saya bangunkan dia tidur untuk ngurus selang infus ibu yang bocor ??
Sintang 17 november 2019
RSUD ADE M. DJOEN (*)